Jumat, 10 Juni 2011

Aku Ingin Bertaubat,,,tetapi....

Dosa-dosa Menghantuiku
Engkau mungkin berkata, “Aku telah melakukan banyak dosa, dan aku telah
bertaubat, namun dosa-dosaku mengejarku dan aku dihantui oleh apa yang
telah aku kerjakan. Ingatan-ingatan mengganggu tidurku dan tidak
membiarkanku beristirahat. Bagaimana membebaskan diriku dari hal ini?”
Nasihatku kepadamu adalah bahwa perasaan-perasaan ini adalah bukti dari
taubat yang ikhlas. Ini adalah penyesalan yang utama, dan penyesalan adalah
taubat. Namun engkau dapat memandang masa lalumu dengan harapan;
harapan bahwa Allah akan mengampunimu. Janganlah berputus asa dari rahmat
Allah, karena Dia berfirman:

“Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya,
kecuali orang-orang yang sesat.” (QS Al-Hijr [15] : 56)
Ibnu Mas’ud berkata, “Dosa besar yang paling menyedihkan adalah
menyekutukan sesuatu dengan Allah, merasa aman dari rencana Allah dan
berputus asa dari rahmat Allah.” (Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dan
dishahihkan oleh Al-Haitsami dan Ibnu Katsir).
Dalam proses bergerak menuju Allah, seorang Mu’min selalu didorong oleh dua
hal takut kepada Allah dan berharap terhadap rahmat Allah. Salah satu dari
keduanya berlaku pada saat dibutuhkan. Jika dia berbuat dosa, rasa takut
kepada Allah menguasainya, sehingga dia bertaubat. Ketika dia bertaubat,
harapan akan rahmat Allah memenuhi hatinya dan dia memohon pengampunan
kepada Allah.

Tidak ada komentar: